Tiga fase Siklus haid



Siklus haid terdiri dari tiga fase, yakni (1) fase folikuler  (2) fase ovulatoir, dan (3) fase luteal. sebelum lanjut sebaiknya baca dulu artikel apa itu haid

fase Folficuler 


Fase ini dimulai dan hari ke-1 hingga sesaat sebelum kadar LH (Luteinizing Hormone),hormon gonadotropik yang  disekresi oleh kelenjar pituitari anterior serta berfungsi merangsang pelepasan sel telur dan membantu pematangan serta perkembangan sel telur, meningkat dan terjadi pelepasan sel telur atau ovulasi. Dinamakan fase folikuler  karena pada masa ini terjadi pertumbuhan folikel di dalam ovarium.

Pada masa pertengahan fase folilculer, kadang FSH (Follicle uluting Hormone) meningkat sehingga merangsang pertumbuhan folikel sebanyak 3-30 folikel yang masing-masing mengandung satu sel telur. Hanya satu folikel akan terus tumbuh dan yang lainnya akan hancur. PSH adalah hormon gonadotropin yang merangsang stimulasi sel telur (ovarium) untuk memproduksi folikel dominan yang akan matang dan melepas telur yang dibuahi saat ovulasi (pelepasan sel telur) dan berperan untuk menstimulasi folikel ovarium untuk memproduksi hormon estrogen. 

Pada suatu sikius, sebagian indung telur dilepas sebagai respons terhadap penurunan kadar hormon estrogen dan hormon progesteron. Indung telur tendiri dari tiga lapisan. Lapisan yang paling atas dan lapisan tengah adalah bagian yang dilepaskan. Sedangkan lapisan dasar akan tetap dipertahankan dan menghasilkan sel baru untuk membentuk kedua lapisan yang telah dilepaskan. Darah haid tidak membeku, kecuali jika terjadi pendarahan yang hebat. Setiap kali haid darah yang hilang sebanyak 28-283 gram. 

Fase Ovulatoir 


Fase ini dimulal ketika kadar LH meningkat. Pada fase inilah sel telur dilepaskan. Pada umumnya, sel telur dilepaskan setelah 16-32 jam terjadinya peningkatan kadar LH.
Folikel yang matang akan tampak menonjol dari  permukaan indung telur sehingga akhirnya pecah dan melepaskan sel telur. Pada saat terjadi pelepasan sel telur ini, beberapa perempuan sering merasakan nyeri yang hebat pada perut bagian bawah. Nyeri ini akan terjadi selama beberapa menit hingga beberapa jam, mengikuti proses pelepasan sel telur. 

Fase Luteal 


Fase ini terjadi setelah pelepasan sel telur dan berlangsung selama 14 hari. Setelah melepaskan sel telur, folikel yang pecah akan kembali menutup dan membentuk corpus luteum (disebut juga ye1 body, struktur anatomis yang kecil dan berwarna kuning pada permukaan ovarium. Selama masa subur atau reproduksi wanita, corpus luteum dibentuk setelah setiap ovulasi atau pelepasan sel telur) yang menghasilkan progesteron dalam jumlah cukup besar. Hormon progesteron ini akan menyebabkan suhu tubuh meningkat. ini terjadi selama fase luteal dan akan terus tinggi sampai siklus yang baru dimulai. Peningkatan suhu badan ini dapat digunakan sebagai perkiraan terjadinya ovulasi. baca artikel sebelumnya mengatasi nyeri haid

Setelah 14 hari, corpus luteum akan hancur dan siklus yang baru akan dimulai. Ini akan terus terjadi selama perempuan dalam masa aktif  reproduksi, kecuali jika terjadi pembuahan dan menyebabkan kehamilan. Jika telur dibuahi maka corpus luteum akan menghasilkan HCG (Human Choriorzic Gonadotropine) yang memelihara progesteron hingga dapat menghasilkan hormon sendiri. Tes kehamilan didasarkan pada adanya peningkatan kadar HCG.

0 Response to "Tiga fase Siklus haid"

Posting Komentar